Metode pembelajaran terbaru,Tepuk Tangan Keledai Pintar (TTKP)

Membuat anak didik mudah menerima pelajaran adalah tantangan bagi setiap guru. Berbagai metode pun diterapkan, termasuk dengan tepuk tangan.

Sebab dengan bermodal tepuk tangan, Niken Kencono Ungu berhasil meraih predikat sebagai The Best Practice Teacher 2014 dari Kemendikbud. Dia masuk 10 besar dari 100 guru dan 100 pengawas dari seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi di Hotel Jayakarta, Jakarta,

Bukan sembarang tepuk tangan memang. Guru Bahasa Inggris di SMK Yudya Karya Magelang itu menciptakan metode pembelajaran terbaru dengan nama Tepuk Tangan Keledai Pintar (TTKP). Metode ini diklaim sebagai yang pertama ditemukan dan diterapkan di Indonesia. Wanita kelahiran Magelang, 24 Agustus 1984 itu menceritakan, metode ini muncul dari penelitian yang dilakukannya beberapa tahun terakhir. Dia mengetahui, tepuk tangan memiliki manfaat yang besar bagi otak manusia. ’’Menurut penelitian profesor dari luar negeri, tepuk tangan yang berirama, senada, serempak, dan benar dapat memudahkan saraf-saraf otak terbuka. Hal ini memudahkan manusia menerima ilmu-ilmu pengetahuan baru karena memori otaknya menjadi lebih kuat,’’ ujarnya.

Dari hasil penelitian tersebut, alumnus Universitas Tidar (Untidar) 2008 itu berupaya menerapkan permainan anak-anak dalam pembelajaran. Pertama, diterapkan di anaknya sendiri pada saat masih kelas I SD.

Hasilnya, si anak mudah memahami pelajaran. Kemudian, dia mencoba menerapkannya pada anak didiknya di SMK Yudya Karya Magelang dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Awal susah. Sebab, siswa dengan usia remaja, enggan kembali bermain tepuk tangan. ’’Ketika menerapkan ini, mereka bilang seperti anak kecil. Ini tantangan dan munculah ide nama Keledai Pintar. Alasannya sederhana, keledai itu hewan yang dianggap bodoh, tetapi bermanfaat bagi manusia. Tepuk tangan itu kedengarannya bodoh, tapi manfaatnya luar biasa,’’ ujarnya.

Pelan tapi pasti, metode ini terus diterapkan. Dia pun menuliskannya dalam karya ilmiah dan dikirim sebagai syarat seleksi The Best Practice Teacher 2014. Dia lolos seleksi dan mempresentasikannya di hadapan tiga profesor penguji. Para penguji terpana heran dengan metode unik ini. ’’Saat presentasi, saya ajak para guru besar universitas itu bermain tepuk tangan. Semuanya senang, bahkan satu penguji ingin langsung menerapkan metode ini ke mahasiswanya. Saya sangat puas karena metode saya diterima,’’ paparnya.

Ibu empat putra yang tengah menyelesaikan studi S-2 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta ini tidak menyangka jika bisa masuk 10 besar. Dia juga mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta dan keliling Eropa tahun depan. ’’Benar-benar tidak menyangka, karena saingannya hebat-hebat. Mungkin penilaian juri, metode ini orisinal dan masih sangat baru. Peserta lain kebanyakan pengembangan dari metode sebelumnya,’’ ungkap pemilik antologi puisi ’’Tembang- Tembang Kehidupan’’ ini.

Setelah meraih penghargaan, Niken masih cita-cita untuk membuat buku lengkap tentang Tepuk Tangan Keledai Cerdik ini. Bahkan, metodenya dapat dipatenkan dan dapat diterapkan di seluruh sekolah. ’’Agar siswa di Indonesia dapat dengan mudah menerima pelajaran, bahkan yang dianggap paling sulit, seperti Bahasa Inggris dan Matematika. Semoga ini terwujud,’’ imbuh juara I Lomba Integrasi Imtak dan Imtek Nasional 2004 ini

  1. Latar Belakang Masalah

Mengubah persepsi yang sudah terlanjur mengimplikasi pemikiran siswa tentang sulitnya mempelajari bahasa Inggris terutama yang berkaitan dengan masalah tata bahasa atau grammar, memang bukanlah suatu hal yang mudah. Terlebih, hal ini dilakukan di sebuah sekolah swasta seperti halnya sekolah tempat dimana saya mengajar selama ini yaitu SMK Yudya Karya Magelang. Dimana, input dari sekolah yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun ini berasal dari daerah pinggiran dimana notabene kemampuan mereka adalah menengah ke bawah. Bagi mereka, bahasa Inggris merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk diucapkan maupun dituliskan. Fakta ini diperparah dengan keadaan yang sering terjadi di sekolah dimana saya mengajar. Tak jarang banyak siswa terlambat masuk saat pelajaran akan dimulai atau suasana yang tak terkendali di dalam kelas sehingga membuat proses pembelajaran menjadi gaduh dan yang lebih parah lagi banyak siswa yang membolos di pelajaran bahasa Inggris.  sehingga secara akademis nilai mereka sangat tidak memuaskan. Situasi pembelajaran yang demikian apabila terjadi terus menerus, tentu akan membuat tujuan utama pengajaran bahasa Inggris, yaitu membuat siswa menjadi bisa berbahasa akan jauh dari harapan.

Dari situasi tersebut, saya merasa harus menggunakan sebuah metode dimana siswa akan menjadi terkondisikan untuk tenang, karena hal ini adalah titik awal siswa akan memiliki ketertarikan terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang diajarkan. Dari berbagai situasi yang saya observasi, ternyata para siswa terutama di sekolah swasta, tidak suka pembelajaran yang tegang dan terpaku pada buku pelajaran. Mereka mengiginkan belajar dengan tertawa, bebas tetapi ada pemahaman yang bisa diperoleh. Karena dengan situasi pembelajaran yang rileks, ternyata para siswa akan antusias mengikuti pembelajaran.

Ini adalah tantangan bagi para guru bahasa Inggris di sekolah swasta. Karena di sekolah tersebut, memang sarat dibutuhkan energi yang luar biasa dan metode yang kreatif, inovatif dan tepat sasaran untuk menjadikan siswa bisa berbahasa. Terlebih lagi, pelajaran bahasa Inggris pada kurikulum 2013 ini mengalami pengurangan jam yang cukup signifikan yaitu 2 jam perminggu, padahal jumlah materi yang disampaikan cukup padat. Jika guru tidak memiliki teknik atau metode untuk memberikan pemahaman kepada para siswanya, maka sudah bisa dipastikan pembelajaran bahasa Inggris akan mengalami kegagalan.

Untuk mengatasi problematika di atas maka atas inovasi dan kreasi saya, terciptalah sebuah metode pengajaran bahasa khususnya berkaitan dengan tata bahasa yang dinamakan “Tepuk Keledai Cerdik”. Dua buah metode yang digabungkan menjadi satu nama ini, telah membawa hasil yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam memahami tata bahasa dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan dalam latar belakang, maka yang menjadi inti permasalahan dalam best practice ini adalah bagaimana membuat metode yang inovatif, kreatif dan tepat sasaran sehingga membuat siswa menjadi lebih antusiasme dan termotivasi dalam pembelajaran bahasa Inggris, sebagai ujung tombak guru memberikan pemahaman terhadap pembelajaran selanjutnya.

  1. Pendekatan Penyelesaian Masalah

Adapun sebagai langkah pendekatan penyelesaian masalah, maka Metode “Tepuk Keledai Cerdik” tersebut akan dikombinasikan secara runtut dan detail dengan menggunakan “scientific approach” atau pendekatan saintifik yang merunut langkah-langkah pembelajaran 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

Selain itu, dalam Kurikulum 2013 pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan peserta didik.

  1. Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan Best Practice ini adalah :

  1. Untuk memberikan rujukan dan masukan kepada khalayak khususnya guru, agar dalam penyajian materi pelajaran terutama materi pelajaran bahasa Inggris dikemas sedemikian rupa dengan metode yang kreatif, inovatif dan tepat sasaran yang berguna untuk menstimulus antusiasme siswa dalam pembelajaran yang pada akhirnya nanti, siswa akan dapat memahami terhadap materi yang akan kita berikan.
  2. Memberikan informasi secara rinci tentang tulisan pengalaman terbaik saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode “Tepuk Keledai Cerdik” yang telah membawa hasil yang signifikan terhadap kemajuan siswa dalam memahami tata bahasa Inggris.
  1. Manfaat

Adapun manfaat penulisan best practice ini adalah:

  1. Dapat digunakan Guru sebagai acuan untuk menstimulus antusiasme dan motivasi siswa dalam pembelajaran.
  2. Dapat dijadikan salah satu alternatif bagi Guru untuk membuat cara-cara cerdik yang praktis dan logis dalam memberikan pemahaman kepada siswa yang berkaitan dengan tata bahasa bahasa Inggris, yang selama ini telah menjadi “momok” bagi siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.
  1. “Tepuk Keledai Cerdik” Sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah

“Tepuk Keledai Cerdik” merupakan dua metode belajar yang digabung menjadi satu nama. Metode pertama adalah dengan tepuk, dimana di dalamnya terdapat materi penghantar untuk menuju ke pembelajaran selanjutnya dan yang kedua adalah “Keledai Cerdik”, yaitu sebuah metode yang digunakan untuk memahami dan menjawab soal-soal dengan trik-trik jitu yang berupa kata-kata kunci sederhana yang sangat logis dan praktis dan mudah dipahami siswa.

Adapun alasan mengapa metode “Tepuk Keledai Cerdik” digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif, kreatif, dan menyenangkan adalah sebagai berikut:

  1. Secara Psikologis; Tepuk tangan dan bernyanyi adalah hal simpel yang sering dilakukan seorang pembelajar sejak berada di bangku Taman Kanak-kanak. Akan tetapi tepuk tangan menurut penelitian para ahli ternyata memiliki esensi yang luar biasa. Menurut Dr. Idit Sulkin, anggota BGU Music Science Lab in the Department of the Arts, manfaat dari tepuk tangan yang benar adalah:
  • Tepuk tangan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kebutuhan emosional, fisiologis, sosiologis dan kognitif anak dan remaja untuk bisa menuju bekal pertumbuhan yang selanjutnya.
  • Bertepuk tangan yang baik bagi kesehatan adalah dengan meletakkan semua bagian permukaan tangan yang satu dengan permukaan tangan yang lainnya, kemudian tepuk secara berima dan dalam durasi yang cukup sehingga permukaan tangan terasa semakin panas dan membawa efek perubahan kerja anggota tubuh, termasuk salah satunya adalah untuk menstimulus saraf yang menimbulkan konsentrasi.
  • Tepuk tangan mampu mempengaruhi hormon kecerdasan otak sehingga akan merangsang otak untuk mempengaruhi perkembangan daerah otak yang lainnya.
  • Tepuk tangan juga mampu melatih integritas sosial dan sikap emosional. Suasana riang gembira, kekompakan, untuk menghasilkan irama yang indah kebersamaan dan keceriaan ternyata telah melahirkan kesadaran akan pentingnya tanggung jawab, menjaga kebersamaan dan membantu untuk menghayati dan merasakan keindahan.
  1. Secara Teoritis: Karakteristik tata bahasa dalam bahasa Inggris yang cukup berkarakteristik dan aplikasinya dalam kegunaan riil. Jadi disini, saya berusaha tetap membuat sedemikian rupa materi bahasa Inggris menjadi materi yang bermakna bagi siswa, yaitu materi yang dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi siswa terutama dengan hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
  2. Secara metodologis; Mendorong kita untuk mencari bentuk lain dari kreativitas mengajar dan inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris agar tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.
  3. Secara Akademis: “Tepuk Keledai Cerdik” sangat membantu siswa sebagai penghantar awal siswa memahami materi yang akan diajarkan. Sedangkan metode “Keledai Cerdik” itu sendiri adalah suatu metode atau trik seperti layaknya jembatan keledai yang dilengkapi dengan kata-kata kunci dan trik-trik jitu yang praktis dan logis untuk memudahkan siswa dalam menjawab soal-soal bahasa Inggris maupun tes TOEFL/TOEIC.
  1. Contoh Materi-materi Tata Bahasa Inggris yang Disusun Sebelum dan Sesudah Menggunakan “Tepuk Keledai Cerdik”
  2. Materi tentang Tenses
Materi yang disusun sebelum menggunakan metode “Tepuk Keledai Cerdik”

i.          Wilayah Present (Simple present tense, present continuous tense, present perfect tense dan present perfect continuous tense)

•       S + V1/VS + Adverb/ keterangan (Tenses ini menyatakan kebiasaan saat ini)

•       S+ is/am/are + Ving + Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yang sedang dikerjakan saat ini

•       S + has/have + V3 + Adverb (Tenses ini menyatakan pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan saat ini)

•       S + has/have been + Ving + Adverb (Tenses ini menyatakan pekerjaan yang masih dikerjakan sampai saat ini)

ii.          Wilayah Past ( Simple Past Tense, past continuous tense, past perfect tense, past perfect continuous tense)

•       S+ V2 + Adverb ( Tenses ini menyatakan kegiatan yang dikerjakan pada waktu lampau)

•       S + was/were + Ving ( Tenses ini menyatakan kegiatan yang sedang dikerjakan pada waktu lampau)

•       S+ had+V3+ Adverb ( Tenses ini menyatakan kegiatan yang dimulai di waktu lampau dan berakhir pada waktu lampau pula)

•       S+had been Ving+ Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yang masih dilakukan di waktu lampau).

iii.          Wilayah Future (Future tense, Future continuous tense, future perfect tense, future perfect continuous tense)

•       S+will+V1+ Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yang akan dikerjakan di waktu yang akan datang)

•       S+ will be + Ving + Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yang akan sedang dikerjakan di waktu yang akan datang)

•       S+will have+ V3 + Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yang akan telah diselesaikan pada masa yang akan dating)

•       S+will have been + Ving + Adverb ( Tenses ini menyatakan pekerjaan yanga kan masih dikerjakan pada masa yang akan datang)

 

 

Materi yang Telah Disusun Menggunakan “ Tepuk Keledai Cerdik”

“Tepuk Keledai Tenses”

V1/VS plok habit sekarang

Is/am/are Ving plok sedang sekarang

Has/have V3 plok sudah sekarang

Has/have been Ving plok masih sekarang

V2 itu tenses lampau

Was/were plus Ving plok itu sedang lampau

Had plus V3 plok itu sudah lampau

Had been plus Ving plok itu masih lampau

Will plus V1 plok itulah akan

Will be plus Ving plok itu akan sedang

Will have V3 plok itu akan telah

Will have been Ving plok itu akan masih

 

 

  1. Materi tentang Conditional Sentence dan Subjunctive
Materi yang disusun sebelum menggunakan Metode “Tepuk Keledai Cerdik”

i.          If + S +V1 – S + Will + V1

ii.          If + S + V2 – S + would + V1

iii.          If + Had V3- S + would have + V3

 

Materi yang disusun setelah menggunakan Metode “ Tepuk Keledai Cerdik”

“Tepuk Keledai Conditional”

Plok V1 , Will V1 plok

Plok V2 , Would V1plok

Plok Had V3, Would have V3plok

         Dua contoh materi grammar/ tata bahasa seperti tertulis di atas, merupakan contoh stimulus awal untuk menuju ke pembelajaran atau materi selanjutnya yang lebih berat. Saya membuat tepuk itu dengan tujuan agar pada awal pembelajaran, siswa akan menjadi lebih termotivasi dan gembira. Motivasi dan gembira adalah bekal yang tak ternilai untuk bisa memberikan efek pemahaman yang bersifat tahan lama kepada siswa. Tahan lama di sini mempunyai maksud bahwa siswa akan tetap mengingat materi pelajaran yang kita berikan meskipun dalam jangka waktu yang telah lama atau dengan kata lain siswa akan selalu terkesan dan tergiang dengan pembelajaran yang telah kita berikan. Selain itu tepuk keledai cerdik mengandung materi yang ringan dimana jauh berbeda dengan materi sesungguhnya yang cukup berat. Hal itu akan memberikan efek mudah bagi siswa. Mereka tidak akan terbebankan dengan deretan rumus tenses maupun tata bahasa yang sejak awalnya sudah membuat para siswa menjadi bosan dan tidak bersemangat untuk mempelajarinya.

Saya tidak terpancang dengan satu tepuk saja. Ketika rumus grammar agak panjang atau rumit, maka saya akan memodivikasinya dengan bantuan ketukan meja, sehingga akan mengahasilkan harmonisasi irama yang lebih indah dari hanya sekedar bertepuk tangan.

  1. Contoh Soal-soal yang dianalisa dengan metode “Keledai Cerdik”

Setelah selesai berkutat dengan contoh  dari “Tepuk Keledai Cerdik”, maka saya akan memahamkan ke siswa untuk menggunakannya sebagai rangsangan awal untuk mengerjakan beberapa soal yang berkaitan dengan materi-materi tersebut. Dimana di dalam metode ini terdapat kata-kata kunci yang digunakan untuk menjawab soal dengan tepat. Metode ini saya namakan metode “Keledai Cerdik”.

Contoh soal-soal tes grammar dipecahkan menggunakan metode “Keledai Cerdik”:

  1. Soal-soal yang berkaitan dengan Dalam tenses, kata kunci berkaitan dengan kata kerja bantu bentuk sekarang adalam V1/Vs/ is, am,are, have/has sedangkan kata kerja bantu bentuk lampau (V2/Ved)/ was, were, did, had seperti tersebut dalam “Tepuk Keledai Cerdik” (V2 plok itu lampau) di dalamnya:
1.        “Why didn’t Didi want to go home?”

“His mother….him for causing the car accident”

A) would blame  B) Has blamed  C) is blaming  D) had blamed  E) blames

Trik dengan “Keledai Cerdik”: Kata kunci nya yaitu didn’t berarti soal ini berada dalam wilayah lampau. Sehingga carilah jawaban yang mengandung kata kunci lampau juga, maka jawabannya adalah D) had blamed (karena had adalah kata kunci dalam bentuk lampau).

2.        The Engine…smoothly when it suddenly stopped.

A) Run  B) Running  C) Has run  D) was running  E) is running

Trik dengan “Keledai Cerdik”: Kata kuncinya yaitu Stopped/V2/Ved berarti soal ini berada pada wilayah lampau. Sesuai dengan “Tepuk Keledai Cerdik” sebelumnya, maka yang mengandung kata kunci lampau pada jawaban adalah was, maka jawabannya dalah D) was running.

NB: Metode “Keledai Cerdik”= Metode praktis dan logis

  1. Soal-soal yang berkaitan dengan conditional sentence. Kata-kata kunci di dalam metode “Keledai Cerdik” yang berkaitan dengan materi ini adalah berkaitan erat dengan “Tepuk Keledai Cerdik” untuk conditional sentence, yaitu V1/wiil V1, V2/would V1, hadV3/would have V3 . Selain kata-kata kunci yang telah tersebut di atas, untuk materi conditional sentence, trik “Keledai Cerdiknya” juga menggunakan metode tangga dalam menganalisa faktanya.

III +

V2(fakta) –

II +

V1(Fakta) –

I

0 (fakta)

 

If there were traffic lights at this intersection there wouldn’t be so many accidents. We may conclude that….

1.       The only accident occur at this intersection

2.      This is a dangerous intersection

3.      The traffic lights often don’t work

4.      Despite the traffic lights accident happens

5.      Drivers will always very careful at this intersection

Trik penyelesaian dengan menggunakan metode “Keledai Cerdik” adalah: Sebelumnya kita bisa mengingatkan terlebih dahulu “Tepuk Keledai Cerdik” pada conditional sentence untuk mengerjakannya. Sehingga siswa bisa menyebutkan jenis keberapa kalimat conditional di atas. Terdapat were (V2) dan Wouldn’t be (would V1), itu berarti menyatakan kalimat conditional tersebut tipe yang ke 2 +, dan kita bisa mengantarkan siswa ke “tangga conditional” untuk memahami mencarikan fakta untuk kalimat soal di atas. Maka, faktanya adalah V1 -, karena pengandainnya/ conditional nya adalah V2.

Sehingga faktanya menjadi: There aren’t traffic lights at this intersection so there are many accidents dan kesimpulan itu sama dengan point (B)

 

  1. D. Langkah-langkah kerja dalam Mengaplikasikan Metode “Tepuk Keledai Cerdik” dengan menggunakan Pendekatan “Scientific Approach/ 5M”.
Kompetensi Dasar : 3.6  Menganalisis fungsi social, struktur teks, dan unsure kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan tentang tindakan / kegiatan / kejadian yang dilakukan / terjadi di waktu lampau yang merujuk waktu terjadinya dengan yang merujuk pada kesudahannya, sesuai dengan konteks penggunaannya.

4.6 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan tentang tindakan/kejadian yang dilakukan/terjadi di waktu lampau yang merujuk waktu terjadinya dengan yang merujuk pada kesudahannya, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks.

Topik /Tema : Past Tense dan Present Perfect
Sub Topik/Tema : Vacation / Holiday Experience
Tujuan Pembelajaran : Menyusun kalimat  dan melakukan tanya jawab mengenai materi past event dan present perfect tense.
Alokasi Waktu : 4 JP x 45 menit = 180 menit

 

Tahapan Pembelajaran Kegiatan
Mengamati

 

·     Siswa menirukan guru “Tepuk Keledai Cerdik Tenses” secara serempak, dan kemudian perbaris. Untuk mengukur kemampuan menghafalkan tepuk tersebut, 2-3 siswa mempraktekkannya di depan.

·     Siswa menirukan contoh-contoh kalimat PastSimple dan Present Perfect tense, dalam bentuk lagu yang dilakukan dengan tetap bertepuk tangan. (Misal: Kita bisa menggunakan lirik lagu yang simple tapi anak sudah familiar, contoh: Mother how are you today)

 

Menanya

 

Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa mempertanyakan antara lain perbedaan antar berbagai past simple dan present perfect yang ada dalam lagu Inggris, dan perbedaan ungkapan dalam bahasa Inggris dengan yang ada dalam bahasa Indonesia yang sudah terangkum dalam “Tepuk Keledai Cerdik Tenses”.

Dalam bagian ini, Guru bisa mengarahkan siswanya agar bisa menganalisa kalimat-kalimat tersebut dengan menstimulusnya menggunakan trik-trik kata kunci yang ada pada metode “Keledai Cerdik”.

Mengumpulkan informasi

 

 

 

·      Siswa mengumpulkan informasi tentang materi past tense dan present perfect melalui sumber lain selain buku teks secara berkelompok. (Misalnya: short movie)

·      Siswa melakukan tanya jawab atau wawancara dengan berkelompok tentang past event, dimana Tanya jawab tersebut dapat dilakukan dengan tema yang terdekat dengan siswa. (Did you study last night ?), What did you do yesterday ? etc.

·      Siswa melakukan tanya jawab atau wawancara dengan berkelomok tentang present perfect tense. (Have you ever gone to Borobudur temple ? )

 

Mengasosiasikan

 

 

·     Siswa membandingkan kalimat PastSimple dan Present Perfect tense yang telah dipelajari dengan ungkapan-ungkapan lainnya.

·      Siswa membandingkan antara kalimat PastSimple dan Present Perfect tense dalam bahasa Inggris dengan kalimat  tentang tindakan/kejadian yang dilakukan/terjadi di waktu lampau yang merujuk waktu terjadinya dengan yang merujuk pada kesudahannya dalam bahasa ibu atau bahasa Indonesia.

·      Siswa memperoleh balikan/ feedback dari guru dan teman tentang setiap yang siswa sampaikan dalam kelompok. Disinilah kesempatan kita, untuk mengantarkan siswa memahami tata bahasa tenses secara mudah melalui metode “Keledai Cerdik”.

Mengkomunikasikan

 

 

 

·      Siswa berkreasi membuat kalimat-kalimat menggunakan simple past tense dan present perfect tense dan kemudian dijadikan sebuah nada irama dengan tepuk tangan maupun hentakan meja.

·      Siswa secara berkelompok mempresentasikan kalimat-kalimat yang telah dibuat di depan kelas dengan menggunakan alat bantu dua meja dan tepuk tangan sebagai musiknya, seperti yang telah dicontohkan sebelumnya pada “Tepuk Keledai Cerdik”.

 

  1. E. Hambatan-hambatan yang Dihadapi dalam Melaksanakan Metode “ Tepuk Keledai Cerdik”
  2. Metode “Tepuk Keledai Cerdik” adalah sebuah metode yang sangat efektif untuk bisa diaplikasikan di kelas dimana sebagian para siswanya susah diarahkan untuk mengambil sikap tenang dan berkonsentrasi. Sehingga pada awalnya, memang diperlukan energi ekstra untuk memberikan pemahamam kepada siswa mengapa harus menggunakan tepuk tangan sebagai sarana untuk pemahaman rumus tata bahasa kepada mereka. Karena jika kita tidak memiliki energy ekstra, otomatis kita akan sangat sulit mengontrol sikap mereka yang sangaa gaduh saat pertama kali metode ini diterapkan. Apabila hal ini terjadi, maka sudah dapat dipastikan tujuan pembelajaran semula tidak akan tercapai.
  3. Kurangnya penguasaan nada, tepuk dan rumus tata bahasa yang telah diotak –atik akan membuat siswa menyepelekan materi yang kita sampaikan. Lebih parahnya, mereka tidak akan memperhatikan sama sekali terhadap metode yang kita ajarkan. Meskipun esensi dalam metode ini cukup bagus, tetapi jika kita mengemasnya tidak tepat maka yang ada akan membuat siswa merasa jenuh dan tidak tertarik dengan pembelajaran yang kita sampaikan. Sehingga, Kreativitas dan kelihaian kita dalam membuat irama tepukan sangat dibutuhkan. Tidak cukup dengan hal itu, kelihaian kita dalam mengotak atik rumus juga perlu diperhatikan sehingga tidak menyalahi kaidah tata bahasa yang ada di dalamnya.
  4. “Tepuk Nada Keledai” adalah dua metode yang dijadikan satu. Ketika kita kurang menguasai materi, hal tersebut akan sangat terlihat jelas di hadapan siswa. Apalagi, pada awalnya mereka distimulus dengan tepuk tangan yang dijadikan musik pada metode ini. Sehingga ketika kita melakukan kesalahan maka secara otomatis kelas akan gaduh dengan bertepuk tangan yang tidak teratur. Untuk itu sebelum kita mengajarkan metode ini, kita harus mempersiapkan jenis tepuk, pilihan “keledai cerdik” nya/ trik-trik tata bahasa dengan matang, agar dalam proses pembelajarannya nanti, kita bisa meminimalisir kesalahan di hadapan siswa.
  5. Suasana yang gaduh akibat tepukan dan irama meja, sedikit banyak akan mengganggu aktivitas kelas yang bersebelahan, atau mungkin juga akan mengganggu konsentrasi kelas lainnya. Sehingga kita harus memberikan pengertian kepada siswa agar ketika mereka melakukan tepuk harus dilakukan dengan ritme yang teratur agar tetap enak didengarkan.
  6. Kita akan kehabisan waktu karena terlena saat mengajarkan tepukan. Untuk itu, kita harus bisa mengatur waktu dengan baik sesuai dengan yang sudah tersusun dalam RPP, agar pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan yang kita harapkan secara administratif yang tertera di silabus maupun RPP.
  1. F. Alat dan Instrumen penunjang keberhasilan dalam Pelaksanaan Metode “Tepuk Keledai Cerdik”

             Untuk menunjang keberlangsungan pelaksanaan metode yang telah saya lakukan di SMK Yudya Karya Magelang sejak Juni 2011 ini, ada beberapa alat atau instrumen yang harus saya persiapkan, yaitu:

  1. Materi “Keledai Cerdik” harus dipersiapkan dengan matang. Materi ini meliputi bahan yang akan kita jadikan tepuk nanti yaitu berupa materi-materi tata bahasa yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang sedang berjalan saat itu. Materi-materi tersebut dikemas ulang menjadi sebuah trik yang akan memudahkan siswa saat menajwab soal-soal pada tes nanti
  2. Untuk menunjang kualitas materi yang disajikan pada awalnya, kita perlu mempersiapkan power point. Power point ini bisa juga disisipi Video atau lagu ataupun cara bagaimana “Tepuk Keledai Cerdik” ini dilakukan. Misalnya, kita bisa merekam aktivitas kelas sebelumnya, dan membuatnya menjadi sebuah video pembelajaran yang menarik.
  3. Merancang tahap-tahap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan “Scientific Approach/ 5M” dengan sangat cermat pada sebuah RPP sangat urgen untuk dilakukan. Karena, jika kita tidak merencanakannya secara sistematis dan penuh perhitungan, kita akan terlena mengajarkan tepukan kepada siswa, yang membuat alokasi waktu tahap selanjutnya menajadi berkurang.
  4. Format penilaian harus dirumuskan secara tepat. Mengingat dalam kurikulum 2013 begitu banyak aspek yang dijadikan landasan penilaian. Penilaian sikap, pengetahuan dan ketrampilan harus dirancang dengan sedetail mungkin. Dimana Keahlian tepuk tangan yanga berirama dimana didalamnya terdapat ketepatan pronounciation dan ketepatan irama tepuknya dapat dimasukkan ke dalam aspek ketrampilan. Kecakapan siswa menggunakan trik di dalam metode “Keledai Cerdik” dalam pemecahan masalah pada soal-soal tes merupakan aspek pengetahuan dan antusiasme serta keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan metode ini merupakan salah satu aspek yang bisa dimasukkan ke dalam aspek sikap.
  5. Media dalam aplikasi metode ini cukup sederhana dan ekonomis yaitu hanya menggunakan tepuk tangan dan meja, sehingga siapapun dan dalam situasi ekonomiseperti apapun, metode ini tetap bisa dilakukan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil yang telah Dicapai dengan Mengaplikasikan Metode “Tepuk Keledai Cerdik”

Saya telah mengaplikasikan metode ini sejak Juni 2011, itu berarti metode ini telah berkontribusi selama 3,5 tahun dalam memperbaiki motivasi dan prestasi siswa khususnya dalam mata pelajaran bahsa Inggris di SMK Yudaya Karya Magelang. Perlu diketahui bahwa sekolah swasta yang telah berdiri lebih dari 40 tahun ini memiliki 1100 siswa  dimana 95% siswanya adalah siswa laki-laki. Ini merupakan sebuah kondisi psikologis yang mengaharuskan guru untuk menenemukan sebuah metode yang tepat, atraktif dan tepat sasaran, sehingga motivasi siswa akan muncul dan ketertarikannya kapada mata pelajaran ini semakin meningkat. Baru sejak awal diterapkannya kurikulum 2013 sejak 1 tahun lalu, pendekatan dalam pemecahan masalah yang digunakan sedikit bergeser dari yang semuala pendekatan kooperatif menjadi pendekatan dengan menggunakan “Scientific approach”. Meskipun demikian, pengaplikasian Metode “Tepuk Keledai Cerdik” ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan baik secara akademis maupun non akademis.

Adapun pencapaian hasil yang dapat terobservasi adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya minat, motivasi, dan tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris.
  2. Meningkatnya keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah baik soal dalam ulangan harian, semester maupun tes TOEFL.
  3. Terjadi kenaikan nilai bahasa Inggris dalam Ujian Nasional yang cukup signifikan, hal ini terbukti SMK Yudya Karya menjadi satu-satunya sekolah swasta peraih peringkat 5 nilai Ujian Nasional dengan nilai bahasa Inggris yang cukup memuaskan.
  4. Kemampuan siswa dalam mengingat beberapa grammar cukup bagus dan tahan lama. Dalam interval waktu beberapa minggu, siswa masih bias mengingat materi yang ada pada tepuk tersebut, yang juga merupakan materi pembelajaran yang hendak dituju.

Metode ini juga sudah saya presentasikan dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran/MGMP Bahasa Inggris untuk dijadikan model dalam pengajaran tata bahasa yang kreatif dan inovatif.

 

  1. KESIMPULAN
  2. “Tepuk Keledai Cerdik” adalah salah satu metode yang merupakan pengalaman saya selama 3,5 tahun ini, adalah merupakan sebuah metode yang menggabungkan dua aspek yaitu aspek afektif dan motorik yaitu sebuah irama denagn tepukan tangan dan “Keledai Cerdik” yaitu sebuah metode yang berupa trik-trik jitu dengan sebuah kata kunci untuk pemecahan masalah pada sebuah soal.
  3. “Tepuk Keledai Cerdik” merupakan sebuah metode yang sangat tepat digunakan untuk kelas yang memiliki tingkat konsentrasi rendah, misalnya: sekolah swasta dengan input yang berasal dari kemampuan akademis menengah ke bawah. Karena mereka mempunyai kecenderungan untuk membaut kegaduhan pada saat pelajaran yang mereka asumsikan sulit dan bahasa Inggris adalah saalah satunya. Dengan “Tepuk Keledai Cerdik” ini akan memudahkan guru untuk menggiring anak pada tingkat konsentrasi yang dibutuhkan.
  4. Metode “Tepuk Keledai Cerdik” ini menggunakan pendekatan “Scientific Approach” sejak kurikulum 2013 diterapkan. Meskipun demikian, aplikasi metode ini secara praktek telah dilakukan penulis sejak Juni 2011 dan setelah satu tahun selanjutnya, metode ini telah membawa hasil yang signifikan yang erat kaitannya dengan motivasi, minat, tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dan ketrampilan siswa dalam memecahkan masalah pada soal secara logis dan praktis.
  1. SARAN
  2. Metode “Tepuk Keledai Cerdik” dalam penyajian materi bahasa Inggris cukup mudah untuk dibuat, sehingga positif kiranya jika para guru mencobanya sedikit demi sedikit sehingga dapat menyajikan materi yang lebih praktis, mudah diterima dan berkualitas.
  3. Tidak hanya dalam mata pelajaran bahasa Inggris, metode “Tepuk Keledai Cerdik” diharapkan dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya.
  4. Sudah saatnya para guru mencari metode yang kreatif dan inovatif, untuk bisa membuat pembelajaran menjadi bermakna di dalam setiap prosesnya
  1. Perbandingan Hasil TOEIC Siswa Kelas XII SMK Yudya Karya Tahun Ajaran 2011/2012 dan 2012/ 2013

 

Sebagai bahan pembuktian terhadap keberhasilan metode “Keledai Cerdik” yang didalamnya terdapat jembatan keledai yang memuat kata-kata kunci dan trik-trik jitu untuk menjawab soal secara singkat, mudah, logis dan praktis, berikut saya paparkan hasil Ujian bahasa Inggris tahun 2011/2012 dan 2012/2013.

Tahun 2011/2012 adalah awal mula saya mulai menerapkan metode “Tepuk Keledai Cerdik” dan tahun 2012/2013 adalah tahun kedua penerapan metode ini. Dimana, dari tabel di bawah ini bisa kita bandingkan hasil yang diperoleh dari ke dua tahun tersebut. Tes yang digunakan berupa ujian praktek bahasa Inggris yang yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahasa Inggris terutama dalam hal grammar /tata bahasa. Tes tersebut, dibuat sedemikian rupa mengacu kepada tes yang terdapat dalam Ujian Nasional Bahasa Inggris, akan tetapi memiliki jumlah soal yang lebih banyak yaitu 100 item. Tes ini dilaksanakan pada semester enam akhir, satu bulan sebelum Ujian Nasional berlangsung.

Hasil Ujian Praktek bahasa Inggris tahun 2011/2012: 8/28 x 100 % = 28,57 %

Hasil Ujian Praktek Bahasa Inggris tahun 2012/2013: 29/39 x 100 % = 74, 35 %

Dari hasil perbandingan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan pengajaran menggunakan metode “Tepuk Keledai Cerdik” telah membawa hasil yansignifikan terhadap kemampuan siswa dalam memahami soal-soal yang berkaitan dengan tata bahasa. Hasil di atas menunjukkan terjadi kenaikan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris secara tertulis sebesar 45,78%.

Comments(3)
  1. Avatar himaya April 8, 2016
  2. Avatar hesti April 26, 2016
  3. Avatar hesti April 27, 2016