SMK Yudya Karya Magelang serius cegah aksi kenakalan remaja

SMK Yudya Karya (YK) Kota Magelang tidak main-main dalam upaya mencegah aksi kenakalan remaja atau bahkan tawuran antar pelajar. Selain hukuman berat bagi siswa yang melanggar, juga kerap mengirimkan siswanya untuk mengikuti kegiatan bela negara di instansi TNI dan Polri.

“Kami juga akan aktifkan kembali ekstrakurikuler, seperti kesenian dan kepramukaan. Kami harap, psikis siswa akan terlatih dan tidak terlibat dalam aksi-aksi negatif,” ujar Kepala SMK YK Kota Magelang, Hardianto di kantornya, Rabu (16/1).

Dia menuturkan, selama ini pihak sekolah sudah maksimal memberikan asupan kegiatan positif kepada para siswa. Dengan tidak membiarkan jam kosong, praktis para siswa tidak memiliki kesempatan berkumpul, nongkrong, atau bahkan terlibat hal negatif dengan siswa lainnya.

“Setiap pagi kita razia rutin untuk mengantisipasi tawuran pelajar, seperti razia barang bawaan siswa dan pendidikan karakter bagi siswa yang terlambat,” katanya.

Soal sanksi, pihaknya menjamin siap menindak tegas para siswa yang kedapatan melanggar aturan, seperti membawa senjata tajam, apalagi sampai terlibat tawuran. Ia mencontohkan, tahun lalu mengeluarkan empat siswanya, karena kedapatan terlibat aksi konvoi dan memicu tawuran.

“Keputusan tegas ini diharap juga berlaku di sekolah lain di Kota Magelang. Sehingga, tercipta situasi aman, sesuai dengan cita-cita pendidikan,” tandasnya.

Hardianto menilai, usaha pencegahan tawuran tidak bisa dilaksanakan hanya satu sekolah saja, melainkan harus diikuti seluruhnya. Pemkot Magelang pun dituntut mampu memberikan naungan dan saran kepada sekolah lain, agar bersama-sama mencegah aksi kenakalan remaja.

“Kita berharap semua pemangku kepentingan bersama-sama mencegah tawuran. Karena sehebat apa pun usaha kami tidak ada artinya, jika siswa dari sekolah lain masih saja memicu aksi-aksi provokasi dan terlibat dalam tawuran,” jelasnya.

Penasihat Yayasan Yudya Dharma, Budianto, mengaku sangat mendukung usaha Pemkot Magelang, TNI, dan Kepolisian yang memberikan kepedulian lebih untuk mengatisipasi tawuran pelajar, termasuk di sekolahnya dengan cara sosialisasi intens.

“Upaya pencegahan tawuran memang harus dilakukan semua pihak. Hanya saja, sampai sekarang memang masih ada yang enggan datang ketika kami mengundang pihak sekolah lain untuk mencari solusi mencegah aksi tawuran. Padahal tujuannya sangat baik,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *