Yudya Pala Renungi Kemerdekaan di Puncak Merapi

ALAM. Berpose dengan latar belakang perkemahan pecinta alam

MAGELANG – Tercapainya Kemerdekaan RI tahun 1945 dari penjajah tak semata-mata karena kegigihan para pejuang kemerdekaan. Kemerdekaan itu juga merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Hal tersebut merupakan poin penting dari renungan Yudya Pala,
organisasi pecinta alam milik SMK Yudya Karya, saat di puncak Gunung Merapi, 17 Agustus 2017.

“Karena atas kehendak-Nya-lah bisa terwujud kemerdekaan negara yang kita cintai ini,” kata Rudian Fernanda, pimpinan rombongan Yudya Pala yang juga siswa kelas XII OD sekolah tersebut.

Dalam renungan itu, rasa haru nampak dari wajah puluhan siswa-siswi yang mengikuti pendakian itu. Sebab, saat merebut kemerdekaan mereka sampai mengorbankan nyawa.

“Semoga para pahlawan pejuang kemerdekaan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tandasnya.

Diharap Bisa Instropeksi Diri

Dalam mendaki gunung paling aktif di Indonesia tersebut, tak banyak
persiapann yang dilakukan. Sebab, mereka sudah terbiasa menjelajah
pegunungan.

Mereka berangkat sehari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Tepat pukul 16.00 WIB mereka dilepas Pembina Yudya Pala, Miftah Khusurur S.Ag.

“Kami berharap, dalam moment HUT Kemerdekaan ini, tak sekedar mendaki gunung, tetapi juga bisa menghayati perjuangan para pahlawan bangsa,” katanya.

Miftah yang juga pengampu mata pelajaran Agama Islam ini, berharap para pendaki juga bisa berinstropeksi diri, memperbaiki diri.

“Termasuk melakukan yang terbaik dalam mengisi kemerdekaan negeri kita ini,” jelasnya.

Lelah Terbayar Sudah

Yudya Pala memulai pendakian dari Pos Selo pukul 21.30 WIB. Bagi
mereka dinginya udara malam pegunungan tingginya pendakian tak menjadi soal. Mereka tiba di puncak pukul 06.00 WIB.

“Semua rasa penat dan lelah selama pendakian terbayar sudah,” aku Wahyu Aji, anggota Yudyapala. (humasYk)

 

Leave a Comment