Usai Tutup LDKS, Kepala Sekolah dan Enam Guru “Diculik”

DITUTUP MATA. Kepala SMK Yudya Karya Kota Magelang Sugino M.Eng saat ditutup mata.

MAGELANG – Hari Guru Nasional (HGN) dijadikan ajang sebagai penutupan latihan dasar kepemimpinan sekolah (LDKS) bagi SMK Yudya Karya Magelang, Sabtu 25 November 2017. Momen tersebut ternyata dimanfaatkan oleh peserta LDKS untuk memberikan kejutan pada guru.

Kepala sekolah dan enam guru mendadak diculik. Saat mereka memberikan breafing ke siswa usai mengikuti LDKS, tiba-tiba mata mereka ditutup. Lalu dibawa kabur, menuju lantai dua depan kelas 10.

Semua dihadapkan ke arah barat, menepi ke pagar pembatas. Satu persatu tutup mata dibuka.

Mereka lega, sebab yang menculik bukan penjahat kelas kakap, tetapi adalah siswanya.

Diantara kejutannya, siswa-siswa di lapangan bawah membentuk formasi simbol LOVE sebagai simbol rasa cintanya siswa ke guru. Lalu mereka menyanyikan lagu hymne guru dan membaca puisi.

Lirik – lirik yang dinyanyikan menyentuh hati mereka. Rasa haru pun tak bisa dibendung, bahkan sampai ada yang meneteskan air mata.

“Saya tak menyangkan kalau akan ada kejutan dari. Saya bangga pada siswa-siswi semua,” kata Kepala SMK Yudya Karya, Drs Sugino M.Eng.

Salah satu pembinan OSIS, Markumah Muhaimin M.Pd, guru yang menangis, mengaku sangat terharu atas persembahan dari siswa meski tergolong sederhana.

“Iya sampai nangis saat dinyanyikan hymne guru. Lagu yang dinyanyikan oleh mereka sangat menyentuh hati,” akunya.

Ruri, siswa yang juga menjadi penggagas penyanderaan itu mengatakan, hal tersebut diberikan sebagai salah satu bentuk terima kasih siswa ke guru.

“Bagaimanapun bapak ibu guru adalah pahlawan kami. Mereka telah memberikan ilmunya dengan ikhlas. Semoga perjuangan dalam mendidik, bisa bermaaf, menjadi ilmu yang berguna,” terangnya.

Ia mengaku, sebenarnya kejutan akan diberikan kepada semua guru. Tetapi, berhubung hari Sabtu 25 November yang bertepatan dengan HGN, tidak semua guru masuk, karena memang sekolah libur, maka kejutan diberikan ke mereka.

“Meski hanya untuk beberapa guru, tetapi semoga sudah mewakili semua. Kejutan ini untuk semua guru,” tandasnya.

Memang saat itu, kepala sekolah dan enam guru, baru saja membimbing siswa-siswi yang masuk kepengurusan OSIS SMK Yudya Karya lewat LDKS, Jumat-Sabtu (24-25/11). Adapun materi yang diberikan yakni kepemimpinan, keorganisasian hingga motivasi.

Salah satu pemateri, Ahmad Budi Widodo menyampaikan kepemimpinan. Dikatakan mengikuti organisasi di sekolah tentu akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan yang tidak mengikutinya. Sebab, di dalamnya terdapat pembelajaran nilai-nilai kemasyatakatan.

“Organisasi di sekolah media pembelajaran dan mencari pengalaman, sebagai bekal kehidupan di masyarakat pada nantinya,” kata kepala jurusan mesin ini. (humasYk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *